Postingan

Menampilkan postingan dengan label ARTIKELKU

PENDEKATAN KEILMUAN

DARYO SUSMANTO MENJAWAB PENDEKATAN KEILMUAN Pendekatan Deduktif, Induktif, Rasionalisme, dan Empirisme Pendekatan deduktif kerap dikontraskan dengan pendekatan induktif. Pendekatan Deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Dari segi bahasa, deduktif atau deduksi berasal dari Bahasa Inggris, yaitu deduction yang artinya penarikan kesimpulan-kesimpulan dari keadaan-keadaan umum atau menemukan yang khusus dari yang umum. Pendekatan deduktif juga diartikan sebagai cara berpikir dimana pernyataan yang bersifat umum ditarik suatu kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan dalam pendekatan deduktif biasanya menggunakan pola pikir silogisme yang secara sederhana digambarkan dalam penyusunan dua buah pernyataan (premis mayor dan premis minor) dan sebuah kesimpulan. Pendekatan Induktif merupakan pendekatan yang digunakan...

Kebenaran, Filsafat, dan Filsafat Ilmu

Daryo Susmanto Menjawab Pertanyaan Filsafat Ilmu Kebenaran Ilmiah (Akal) dan Kebenaran Agama (Wahyu)            Sebelum menjawab apa itu kebenaran ilmiah dan kebenaran agama, akan dikupas dulu apa itu kebenaran. Kebenaran kerap diartikan sebagai kesesuaian antara apa yang sering diklaim sebagai diketahui dengan kenyataan yang sebenarnya. Pengertian ini sesuai dengan pendapat dari Aristoteles. Sementara itu, Bradley seperti yang dikutip oleh Imam Mawardi dalam artikelnya, “Kebenaran dalam Perspektif Filsafat Ilmu” mengatakan bahwa kebenaran itu adalah kenyataan. Kenyataan yang dimaksud tidak selalu sesuatu yang harusnya terjadi, tetapi tetapi segala sesuatu yang terjadi termasuk ketidakbenaran (keburukan) itu sendiri. Jadi, masih dari sumber yang sama, ada dua pengertian kebenaran, yaitu kebenaran yang dalam arti sesuatu yang nyata-nyata terjadi dan kebenaran dalam arti lawan dari ketidakbenaran (keburukan).     ...

TANDA-TANDA CINTA

TANDA-TANDA CINTA Segala puji tentu hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulallah saw. Tema yang akan dikupas kali ini adalah tema yang selalu menarik bagi siapa saja dan pada masa kapan saja. Dan tema ini selalu laris manis ketika dijadikan lagu-lagu, kapan pun masanya serta menarik ketika dijadikan sajak-sajak atau puisi. Tema yang dimaksud adalah CINTA. Tepatnya tanda-tanda cinta . Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah: 165. yang artinya: “ Dan di antara manusia ada orang-orang yang membuat tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman amat sangat cintanya kepada Allah …”. Cinta bisa diibaratkan lapar dan dahaga. Semua jenis manusia dalam segala tingkat usia dan masa pernah merasakannya. Meskipun obyek dan kadarnya selalu berbeda-beda. Muara cinta tak terbatas kepada sasaran yang bersifat materi (fisik), tetapi juga melampaui batas-batas imateri (non fisik). Orang dengan ...

UJIAN KEIMANAN

anneahira.com Ujian Iman Dalam pergaulan sehari-hari, mungkin kita sering mendengar pernyataan atau ungkapan “ Iman kuat, tapi iminnya yang nggak kuat.” Ungkapan ini biasanya terlontar ketika seseorang melihat hal-hal yang berbau syahwat.  Iman yang dimaksud tentu iman kepada sang kholik.  Dan yang dimaksud imin biasanya makna kias dari nafsu (syahwat) Dalam ungkapan ini secara logika bahasa perlu dicermati. Benarkah jika iman sudah kuat, imin masih bisa goyah? Bukankah imin akan kuat jika memiliki iman yang kuat? Dalam ungkapan ini juga terdapat pernyataan “iman kuat”. Yakni pengakuan seseorang yang merasa imannya sudah kuat. Benarkah imannya sudah kuat? Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ankabut Ayat 2 dan 3 yang artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka sesungguhnya Allah mengetah...

STATUS SOSIAL

Gambar
STATUS SOSIAL Pengertian Ketimpangan sosial di perkotaan Setiap masyarakat mempunyai ukuran tertentu untuk menghargai hal-hal tertentu yang adal dalam masyarakat tersebut. Masyarakat akan menghargai sesuatu lebih tinggi atau lebih rendah tergantung bagaimana masyarakat menilai sesuatu tersebut. Jika masyarakat lebih menghargai kekayaan material dibandingkan lainnya, maka orang-orang yang mempunyai kekayaan banyak akan menempati posisi atau lapisan paling atas. Gejala ini menyebabkan munculnya pelapisan dalam masyarakat, yakni pembedaan posisi seseorang atau kelompok dibandingkan dengan orang atau kelompok lain secara vertikal. Jadi, pelapisan sosial terjadi karena ada sesuatu yang dihargai dalam masyarakat. Posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat selanjutnya disebut dengan status sosial. Status sosial secara spesifik biasanya dihubungkan dengan tingkat pendidikan sedangkan status ekonomi biasanya dihubungkan dengan tingkat kekayaan, seperti penghasilan, kepemilikan tanah, ...

Masyarakat dan Kebudayaan

Masyarakat dan Kebudayaan Pengertian Masyarakat Sebenarnya kehidupan kolektif atau berkelompok tidak hanya terjadi pada manusia. Kehidupan kolektif juga terjadi pada binatang. Perbedaannya, kalau perilaku kolektif pada binatang terjadi secara alami, tetapi perilaku kolektif manusia terjadi karena proses belajar. Oleh karena perilaku manusia dari hasil belajar, maka pola-polanya juga selalu mengalami perubahan, baik yang terjadi secara cepat maupun secara lambat. Adapun pada binatang karena terjadi secara alami, polanya cenderung tetap dan tidak berubah. Misalnya, jika bentuk dan pola membuat sarang pada lebah tidak pernah berubah dari beberapa generasi lebah, tetapi pada manusia tentunya tidak demikian. Bentuk rumah manusia selalu mengalami perubahan dari generasi ke generasi. Wujud kehidupan kolektivitas manusia lebih sering atau lebih lazim disebut dengan istilah masyarakat. Istilah masyarakat berakar dari Bahasa Arab, yaitu syaraka yang berarti “sa...